Selasa, 12 Juli 2011

Segenggam Cinta untuk Palestina

**************

Suatu ketika seorang gadis palestina yang dilamar oleh seorang pemuda mengatakan "sebelum engkau menjadikan diriku sebagai pendamping hidupmu, aku memiliki satu permohonan yang aku berharap permohonan itu dapat engkau kabulkan" pinta sang gadis, "katakanlah apa permonan itu" jawab sang pemuda, " sebelum ini aku telah mendaftarkan diri sebagai pelaksana bom syahid, sehingga nanti jika panggilan itu tiba kuingin engkau meridhoi dan mengizinkan", sang pemuda yang memang seorang yang sholih dan dibesarkan dalam linkungan yang meyakini jihad menjadi jalan hidup dan pembuktian cinta pada rabb-Nya, menyetujui permintaan dari sang gadis.

Ketika panggilan jihad itu tiba mereka telah memiliki seorang putra dan seorang putri yang masih kecil, namun itu tidak menghalangi sang ibu muda ini untuk tetap pergi ke medan jihad. Bahkan ketika teman-temannya mengatakan " bagaimana dengan anak-anakmu yang masih kecil siapa yang menjaga dan mengasuh mereka?" dengan tenang ia mengatakan "ada Sang penjaga yg tak pernah tidur dan lalai". Akhirnya ia pun menggapai syahidnya dengan berhasil menewaskan 6 orang israel.

*************

Setelah malang melintang dalam kejaran tentara israel, akhirnya seorang pejuang memilih untuk menjemput syahidnya di rumahnya. Kepada keempat istrinya ia berpesan " Wahai istri-istriku tercinta pergilah kalian, selamatkanlah diri kalian, karena sebentar lagi rumah ini akan segera diluluh lantakkan dengan bom tentara2 israel". Tapi Apa yang dikatakan oleh istri-istrinya " Wahai suamiku tercinta biarkan kami tetap disini, kami ingin menemanimu menggapai syahid bersamamu".

Hal yang sama juga ia katakan kepada ke-tiga belas anaknya, namun mereka pun menjawab dengan jawaban yang sama " Wahai ayahanda tercinta biarkan kami menggapai syahid bersamamu". Akhirnya mereka pun meraih kemulyaan bersama para syuhada....

*************

Kisah diatas adalah dua dari kisah - kisah nyata yang menggambarkan sebuah cinta yang dalam dan pengorbanan terhadap negerinya, tempat al quds berada. Palestina adalah salah satu dari ayat2 Allah, tempat mi’raj nabi yg disirami darah para syuhada. Tanah ini melahirkan Putra-putra yang sangat cinta pada negerinya, yang menganggap siksaan sebagai kenikmatan. Anak-anak dibunuh, wanita disembelih, ditembaki tentara-tentara israel. Tidak Cuma berbagai sikasaan dan serangan tapi juga pemboikotan-pemboikotan, semua itu tidak meredupkan keberanian mereka bahkan melipatgandakannya, tidak melemahkan iman mereka bahkan semakin menguatkannya.

Kini tanda-tanda kemenangan semakin tampak, sesuai janji Allah. Siksaan dan pemboikotan itu malah menjadikan mereka selalu berlomba untuk taqorrub kpd Allah, salah satunya adalah kedekatan mereka kepada Al quran. Para penghafal Al quran sudah menjadi hal yang umum bagi mereka.

Segenggam cinta kita untuk palestina

Alquds bukan saja milik bangsa palestina tetapi ia adalah milik ummat islam di seluruh dunia. Ia merupakan salah satu tempat suci ummat islam. Perjuangan membebaskannya dari cengkeraman yahudi merupakan kewajiban dan bukti cinta kita kepada Al Quds. Dalam hal ini Kita sepatutnya iri kepada saudara-saudara kita dipalestina. Mereka memiliki kesempatan secara langsung membuktikan cinta mereka. Darah yang membasahi bumi, batu yang terlontar, peluru-peluru yang menembus dada, cukup menjadi bukti sekaligus saksi cinta mereka.

Lalu bagaimana cara kita membuktikan cinta kita kepada Al Quds?, Syeikh Sayyid Tholal Abu Mukmin, seorang tokoh pejuang palestina, dalam taujihnya beberapa hari lalu mengatakan setidaknya ada delapan hal yang dapat kita lakukan:

1. Taat kepada perintah Allah dan Rosul-Nya

2. Mendidik anak-anak kita dengan pendidikan islami (Tarbiyah islamiyah) sesuai sunnah, Menanamkan kecintaan kepada Allah dan rosul-Nya

3. Menanamkan pemahaman jihad yang benar kepada masyarakat

4. Infaq fii sabilillah, membantu dengan menginfakkan harta kita

5. Menanamkan kecintaan kepada Al Quds, bahwa Al Quds bukan hanya milik bangsa pestina tetapi milik ummat islam di dunia, semua turut bertanggung jawab.

6. Dukungan secara politik dan pers, tiap kita selalu menyuarakn kebebasan pelestina dimana pun kita berada, dalam level Negara dan pemerintahan, tempat kerja dan linkungan masyarakat kita.

7. Berdoa, inilah senjata orang-orang mukmin. Sematkan dalam doa-doa kita untuk kebebasan Al Quds

8. Tidak condong kepada yahudi, sedapat mungkin memutuskan kerjasama dan boikot produk-produknya.

Semoga tulisan ini mampu menyegarkan dan menggelorakan kembali kecintaan kita kepada Al Quds di tengah aktivitas keseharian kita….

*) kisah adalah kisah nyata dengan sedikit narasi